Monday, November 12, 2018

Memperingati Hari Jadi Tuban Dengan Membuat Tumpeng dan Selametan

Tags

Hari jadi kota Tuban jatuh pada tanggal 12 November. Pada setiap tanggal tersebut Pemerintah Kabupaten Tuban beserta seluruh masyarakat memperingatinya dengan melakukan sejumlah kegiatan. Termasuk salah satunya adalah menggelar doa bersama dengan membuka tumpeng yang dilakukan di banyak instansi dan lembaga. Baik lembaga tersebut milik pemerintah maupun milik swasta.    


Tumpengan itu dilakukan oleh masyarakat Tuban sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan segala kenikmatanNya selama ini. Masyarakat berharap, dengan kegiatan semacam ini Kabupaten Tuban semakin lama akan semakin maju dan terhindar dari berbagai bencana. 

Nasi Tumpeng sendiri merupakan menu makanan khas Jawa yang biasanya pembuatannya dibentuk sedemikian rupa (mengerucut menyerupai gunung) dengan dikelilingi berbagai macam lauk-pauk yang dihias dengan tatanan yang cantik. Nasi yang dibuat Tumpengan biasanya adalah nasi yang berwarna kuning (jawa: Punir). Namun ada juga beberapa orang yang membuat tumpengan dengan nasi yang berwarna putih. 


Berbicara tentang nasi tumpeng, adalah salah satu makanan yang sudah lama dikenal oleh masyarakat Jawa. Biasanya nasi tumpeng tersebut dibuat untuk merayakan hari ulang tahun, seperti yang dilakukan untuk memperingati Hari Jadi Kota Tuban ini. Selain itu tumpengan terkadang juga dibuat untuk menandai hari-hari penting, semisal peresmian sebuah acara. 

Tumpeng juga memiliki banyak filosofi dalam kehidupan masyarakat Jawa. Ada yang menyebutkan bahwa kata Tumpeng merupakan akronim dari "Nek metu sing mempeng". Artinya adalah kalau seseorang sudah berniat untuk berbuat sesuatu maka apa yang diniatkan tersebut harus dilakukan dengan sepenuh hati. Oleh karena itu mereka memulai sesuatu pekerjaan dengan pembuatan tumpeng. 


Nah, kembali lagi ke perayaan hari jadi kota Tuban, dalam momen seperti ini, selain membuat tumpeng biasanya kantor-kantor yang ada di seluruh wilayah Kabupaten Tuban baik yang dimiliki oleh pemerintah maupun swasta dan juga sekolahan-sekolahan selalu berusaha menghias tempat kerja mereka untuk memeriahkan bulan November yang menjadi bulannya kota Tuban. Hiasan tersebut umumnya berupa pemasangan umbul-umbul pecut yang dimulai pada tanggal 1 sampai dengan tanggal 30 November. 

Begitu pula dengan masyarakat yang berdomisili dan bekerja di seluruh wilayah kota Tuban, mereka dianjurkan memakai baju batik Gedog khas Tuban selama lima hari terhitung dimulai dari tanggal 12. Anjuran ini berlaku bagi setiap orang yang bekerja di semua instansi dan lembaga. 

Kemudian, perayaan hari jadi kota Tuban selalu dipenuhi dengan event yang melibatkan masyarakat luas. Ada kepanitiaan tersendiri yang dibentuk dalam penyelenggaraan perayaan hari ulang tahun kota Tuban tersebut. Pemerintah Kabupaten mengusung tema-tema tertentu dalam memeriahkan peringatan tersebut semisal tema "Kerja Keras, Cerdas dan Ikhlas untuk Tuban yang Lebih Maju dan Sejahtera" dan tiap tahunnya berganti dengan tema-tema yang lain. 

Di antara perayaan peringatan hari ulang tahun kota Tuban tersebut biasanya sering diisi dengan berbagai kegiatan kemasyarakatan seperti hiburan, pelayanan massal, kirab, perlombaan, festival, pengajian dan lain-lain. 

Baca juga Diskominfo Tuban Gelar Bimtek Webdes Di Jatirogo


EmoticonEmoticon