Tuesday, October 2, 2018

Warga Usulkan Pembangunan Sumber Daya Manusia Di Musrenbang Desa Karangtengah

Tags

Pemerintah desa Karangtengah kecamatan Jatirogo telah selesai melaksanakan musyawarah perencanaan pembangunan desa (musrenbangdes) pada hari Selasa, 2 Oktober 2018. Ada kurang lebih lima puluh warga yang hadir dalam acara tersebut. Mereka turut memberikan sumbangsih pemikiran terkait usulan pembangunan yang akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2019. Pelaksanaan musrenbangdes yang sejatinya dimulai pukul sembilan itu terpaksa molor hingga pukul sepuluh karena banyak warga yang terlambat datang. Namun akhirnya kegiatan tersebut berjalan lancar hingga acara selesai.  


Camat Jatirogo, Drs. Moh. Nawawi, MM dalam sambutannya menyatakan bahwa rencana pembangunan yang ada di desa haruslah selaras dengan perencanaan pembangunan yang ada pada pemerintahan di atasnya. Meskipun undang-undang desa memberikan kewenangan yang luas kepada desa, namun bukan berarti bisa keluar dari visi misi pemerintah daerah dengan seenaknya. Hal ini dimaksudkan agar kebijakan yang ada di desa bersinergi dengan kebijakan pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, bahkan juga pemerintah pusat. 


Saat sesi tanya jawab dan penyampaian aspirasi oleh warga, salah seorang peserta musrenbangdes mengusulkan agar anggaran tahun 2019 untuk pembangunan sumber daya manusia ditingkatkan. Dia beralasan selama ini pembangunan hanya terfokus untuk kegiatan fisik. Padahal pemberdayaan manusia juga sangat penting, mengingat bahwa suatu desa akan sulit berkembang jika sumber daya manusianya masih rendah. 


Di samping mengusulkan peningkatan pembangunan manusia, kesempatan tersebut juga dimanfaatkan para warga untuk menyampaikan harapan mereka terkait pembangunan fisik di wilayah masing-masing. Di antaranya adalah pembangunan jalan lingkungan, pembuatan saluran air (drainase), perbaikan jalan makam, pembuatan tembok penahan tanah, dan juga renovasi kantor balai desa untuk pelayanan masyarakat yang lebih baik lagi. 

Kegiatan yang sebenarnya bertujuan untuk menjaring aspirasi masyarakat itu juga digunakan oleh warga untuk mengutarakan uneg-uneg mereka kepada pak camat. Masyarakat desa Karangtengah khususnya yang berada di dusun Karanganyar mengeluhkan kondisi tandon air yang tidak berfungsi. Padahal selama musim kemarau ini, penduduk Karanganyar terpaksa mencari air sampai masuk hutan dengan jarak tempuh mencapai satu kilometer. Pengambilan air Itu bahkan ada yang dilakukan malam hari untuk menghindari banyaknya warga yang berdesakan ambil air pada waktu siang. Mereka menyayangkan keberadaan tandon air yang tidak bisa dipergunakan, padahal pembangunannya baru berjalan satu tahun. 

Baca juga Jadwal Musrenbang Desa Se-kecamatan Jatirogo Tahun 2018


EmoticonEmoticon