09 Oktober 2018

Tuban, Antara Bumi Wali Dan Kota Toak

Tags

Tuban, Antara Bumi Wali Dan Kota Toak. Tulisan ini diawali dengan judul yang lumayan kontroversi sebab membandingkan dua hal yang sedikit bertentangan. Kenapa disebut bertentangan? Iya, karena yang satu menyebutkan bumi wali sebagai simbol keagamaan, sedangkan yang satunya lagi menyebutkan kota toak yang langsung membawa pembaca kepada pengertian bahwa Tuban adalah kota penghasil minuman yang memabukkan, sehingga terkesan adanya pertentangan. Namun, baiklah kita sedikit menelusuri terkait seberapa besarkah pengaruh dan pentingnya kedua julukan tersebut.


Sebetulnya kota Tuban masih memiliki banyak sebutan/julukan lain selain bumi wali dan kota toak. Di antaranya yang sering kita dengar yaitu Bumi Ronggolawe, Kota Seribu Gua, Kota Koes-plus dan lain sebagainya. Namun pada beberapa kesempatan, ada saja orang yang terkesan mencoba ingin mengusik tentang manakah yang lebih pas antara julukan bumi wali dengan kota toak dan berusaha untuk membenturkannya. Hal tersebut dimunculkan karena mereka ingin mempertegas identitas kota Tuban sesuai dengan persepsinya. 

Adanya julukan atau sebutan terhadap sebuah kota tidaklah diciptakan secara instan dan berdasarkan pada perasaan suka semata. Tapi melalui proses panjang atau karena dilatarbelakangi oleh sejarah yang pernah terjadi. Seperti sebutan Bumi Ronggolawe disandarkan pada tokoh kebanggaan warga Tuban terhadap sosok Ronggolawe yang hidup di zaman kerajaan Majapahit. Begitu juga dengan sebutan Kota Koes-plus karena adanya sekelompok pemusik legendaris di tanah air yang berasal dari Tuban sehingga menjadikan Tuban dikenal oleh masyarakat luas. Kemudian julukan Kota Seribu Gua juga berdasarkan pada kondisi geografis Tuban yang memiliki gua sangat banyak bahkan hingga hari ini masih sering kita dengar adanya berita penemuan gua baru di wilayah Tuban. 


Sebutan Bumi Wali terhadap kota Tuban juga sangat relevan dengan kenyataan yang ada. Hal itu dibuktikan dengan adanya makam salah satu walisongo di kota Tuban yaitu makamnya Sunan Bonang. Sehingga Tuban menjadi salah satu tempat yang menjadi tujuan masyarakat yang hendak melakukan ziyarah/wisata religi. Di samping adanya makam Sunan Bonang, masih banyak lagi tempat-tempat yang menjadi peninggalan para wali maupun penyebar agama islam di bumi Tuban. Di antaranya makam Syekh Maulana Ibrahim Asmaraqandi, makam Sunan Bejagung, makam Sunan Geseng, makam Syekh Subakir, dan masih banyak lagi yang lainnya. 

Di samping adanya makam-makam para wali tersebut, identitas Tuban sebagai kota yang religius diperkuat dengan banyaknya pondok pesantren yang ada di kota ini. Keberadaan pondok pesantren tersebut tersebar hampir merata di semua wilayah kabupaten Tuban. Kita sudah tidak asing dengan nama pondok pesantren Langitan yang merupakan salah satu pondok pesantren tertua di Indonesia. Masih ada lagi pondok Assalam Bangilan, Manbail Futuh Jenu, Almuhibbin Jatirogo dan banyak lagi yang lainnya. Bahkan di kecamatan Senori, adalah daerah yang merupakan gudangnya pondok pesantren. Terakhir, julukan kota Tuban sebagai kota Bumi Wali juga diperkuat dengan keberadaan masjid agung Tuban yang menjadi ikon dan kebanggaan masyarakat Tuban. 


Sekarang kita tengok sebutan kota Tuban sebagai Kota Toak. Toak adalah minuman khas masyarakat Tuban. Minuman ini dihasilkan dari getah bunga pohon Bogor atau Siwalan yang biasanya ditampung menggunakan bambu selama sehari semalam. Toak umumnya diminum bersama-sama secara bergantian dengan posisi melingkar menggunakan gelas yang terbuat dari bambu yang disebut centhak. Minuman ini disebut memiliki kandungan alkohol yang tinggi sehingga jika kebanyakan mengkonsumsinya akan membuat peminumnya menjadi mabuk. 

Karena minuman ini menjadi ciri khas masyarakat Tuban maka dikenallah Tuban sebagai kota Toak. Minuman ini akan mudah didapatkan bagi siapapun yang berada di kota Tuban. Dan ini merupakan peninggalan tradisi secara turun temurun yang tidak bisa ditinggalkan. Bahkan ada yang menyebutkan kalau toak memiliki khasiat kesehatan untuk mencegah terjadinya penyakit kencing batu. Ada juga yang memberikan ulasan kalau toak adalah noto awak (menata raga).

Memang akan menjadi permasalahan yang tiada habisnya jika kita selalu mempertentangkan mana yang lebih pas antara sebutan Tuban Bumi Wali ataukah Tuban Kota Toak. Keduanya merupakan kearifan lokal dan warisan sejarah dan budaya yang harus dilestarikan. 

Baca juga Sumber Semen, Pemandian Alami Di Daerah Sale Rembang


EmoticonEmoticon