Wednesday, October 31, 2018

Strategi Caleg Sukses Hadapi Pemilu

Tags

Memasuki musim pemilihan umum (Pemilu), banyak orang yang memanfaatkan dibukanya pendaftaran calon anggota legislatif (caleg) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) di berbagai daerah. Tak sedikit partai yang menawarkan figur caleg kepada masyarakat dengan berbagai macam latar belakang. Ada yang tua, muda, laki-laki, perempuan, lulusan ini dan itu, memiliki keistimewaan tertentu dll. 


Siapapun orangnya sah-sah saja untuk mendaftarkan diri menjadi calon anggota legislatif asalkan orang tersebut telah memenuhi persyaratan sesuai aturan perundang-undangan. Orang tersebut berhak untuk mengikuti pemilihan caleg apabila telah dilakukan pertimbangan dengan sematang-matangnya. Dan bagi masyarakat yang melihat fenomena munculnya promosi orang-orang baru yang terpajang di berbagai tempat dengan berbagai slogan hendaknya tidak usah kaget karena memang musimnya pemilu seperti itu. 

Lalu, bagaimana cara menyusun strategi bagi para caleg agar mereka dapat mendulang suara masyarakat yang banyak sehingga bisa menang di daerah pemilihan (dapil) masing-masing? Berikut ini adalah beberapa cara/langkah yang bisa ditempuh untuk mengambil hati masyarakat agar para caleg benar-benar siap bertarung dengan calon yang lainnya:

1. Memajang foto di tempat strategis dengan slogan yang ikonik nan unik 

Mungkin cara ini adalah cara jadul yang sering dilakukan para calon anggota legislatif di periode lalu. Namun meskipun demikian, cara tersebut masih efektif dan terbukti mampu memberikan pengaruh kepada para pemilih. Bisa dibayangkan, seseorang ketika berada di dalam bilik suara hendak mencoblos, dan orang tersebut belum menentukan pilihannya, maka ketika ia melihat deretan gambar dalam surat suara dan mengetahui ada gambar seseorang yang pernah dilihatnya bisa dipastikan insting untuk memilih ke orang tersebut akan cenderung lebih besar.  

Orang yang akan maju sebagai calon anggota legislatif tak perlu berkecil hati ketika ada orang yang nyinyir saat melihat foto-foto caleg terpampang di berbagai tempat. Memang terkadang ada sebagian orang yang kurang suka melihat gambar caleg yang terpasang di musim pemilu. Tapi inilah cara yang harus ditempuh untuk mengenalkan identitas diri kepada masyarakat. Terlebih bagi caleg yang belum memiliki nama atau belum dikenal di masyarakat. Karena ada ungkapan yang menyebutkan "Semakin populer seseorang maka besarnya biaya caleg semakin bisa ditekan".

2. Aktif di berbagai media sosial 

Selain memasang alat peraga kampanye di beberapa titik strategis, seorang calon anggota legislatif bisa mengenalkan dirinya melalui media sosial. Dia harus mampu membangun komunikasi yang positif dan memanfaatkan media sosial untuk menggaet para pemilih dengan sebaik-baiknya, karena pengguna media sosial yang ada di Indonesia tercatat sebagai salah satu yang terbesar di dunia. 

Postingan yang berisi kegiatan-kegiatan sangat penting terutama yang berkaitan dengan masalah sosial sebisa mungkin diperbanyak. Kegiatan-kegiatan tersebut bisa ditambahkan caption menggugah yang mampu menarik perhatian masyarakat.  

3. Peka terhadap kegiatan sosial yang melibatkan orang banyak 

Di saat-saat seperti ini, orang yang benar-benar ingin terjun di dunia politik harus mampu membaca sedikitpun peluang yang ada. Salah satu di antaranya adalah tampil dalam kegiatan sosial yang melibatkan orang banyak. Di sinilah sebenarnya ada celah untuk menunjukkan bahwa dirinya berkontribusi dan bermanfaat untuk masyarakat. 

Tentu hal ini membutuhkan pengorbanan, baik waktu, tenaga maupun keuangan. Seorang caleg harus mampu memainkan peran bahwa ia benar-benar ada untuk masyarakat. Saat kegiatan yang bersifat sosial tersebut berlangsung, sebisa mungkin ia menyempatkan diri untuk menyampaikan visi misinya. Jangan sampai ia keliru mengobral janji, karena masyarakat sudah pandai memilih mana yang hanya bualan belaka. 

4. Maksimalkan peran keluarga dan teman 

Anak, istri, keluarga sebisa mungkin mampu digerakkan oleh calon anggota legislatif untuk menjadi mesin publikasi. Begitu juga teman atau korelasi kerja. Semakin banyak jaringan yang dimiliki akan semakin bagus untuk perkembangannya. 

Sudah sepatutnya kelurga menjadi solid dalam mendukung caleg yang ada dari keluarganya sendiri. Bayangkan, jika dalam satu keluarga terdapat dua orang atau lebih yang maju mencalonkan diri sebagai anggota legislatif. Pasti konsentrasi keluarga akan terpecah. Oleh karena itu kekompakan keluarga dan rekan-rekan harus dimaksimalkan. 

5. Menjaga kesehatan 

Langkah yang selanjutnya harus dilakukan adalah menjaga kesehatan untuk menyongsong waktu pemilu. Baik itu kesehatan jasmani maupun kesehatan rohani. Ibaratnya orang yang sudah mendaftarkan diri sebagai calon anggota legislatif harus siap bertempur mati-matian dengan agenda yang padat. Tentu hal itu membutuhkan kesehatan yang prima. 

Kemudian yang tidak kalah penting adalah menjaga kesehatan rohani. Kewarasan berpikir harus tetap dijaga baik selama perhelatan menuju pemilu maupun pasca pemilihan umum. Apapun yang menjadi hasilnya baik positif maupun negatif, kejiwaan harus tetap terjaga keseimbangannya. 

6. Menata niat

Siapapun orangnya yang mencalonkan diri sebagai anggota legislatif harus menata niatnya dari awal. Jangan sampai ada maksud untuk memperkaya diri sendiri, karena niat yang terpenting adalah mampu membawa aspirasi rakyat dan menjaganya hingga benar-benar terealisasi. Mudah-mudahan tidak ada calon anggota legislatif yang mendaftarkan diri dengan niat hanya untuk coba-coba keberuntungan agar bisa berada di gedung parlemen.

Demikian tadi beberapa cara yang bisa dilakukan oleh para caleg untuk mempersiapkan diri menuju pemilihan umum. Anda punya pendapat yang berbeda? Silakan berbagi di kolom komentar!

Baca juga PPK Jatirogo Berikan Panduan Berkampanye


EmoticonEmoticon