Sunday, October 21, 2018

Mencari Batu Bata Di Jatirogo? Desa Demit Tempatnya

Tags

Di kecamatan Jatirogo, ada sebuah desa yang selama ini dikenal sebagai desa penghasil batu bata. Meskipun tidak semua warganya memiliki usaha pembuatan batu bata, namun banyaknya tempat produksi batu bata di desa ini cukup menjadikan Demit dikenal sebagai desa penghasil batu bata merah di Kecamatan Jatirogo. Hal itu terbukti dari banyaknya Jubung (tempat untuk membakar batu bata) yang dapat dijumpai dengan mudah di wilayah desa Demit. 

Ada sekitar 24 tempat pembuatan batu bata di desa Demit. Produksi batu bata itu ada yang menggunakan alat pres mesin, ada juga yang masih manual menggunakan tenaga manusia. Siapa pun yang ingin mencari bata berkualitas bisa datang langsung ke lokasi. Di sana, peminat batu bata bisa mimilih langsung mana barang yang akan dibelinya karena memang banyak pilihan. 


Batu bata yang berwarna merah ini sangat diminati oleh masyarakat, meskipun ada juga sebagian masyarakat yang saat ini menggunakan batu kumbung maupun bata ringan sebagai bahan untuk membuat bangunan. Alasannya selain karena batu bata ini stoknya yang tidak akan pernah habis, bangunan yang bahannya memakai batu dari jenis ini mampu membuat suasana bangunan lebih sejuk dan adem. Kemudian bangunan yang bahannya menggunakan batu bata memiliki daya tahan yang kuat cukup lama. Selain itu, pemakaian batu bata bisa dijadikan sebagai motif hiasan pada dinding rumah yang tanpa diplester. 

Peminat batu bata merah buatan warga Demit ini tidak hanya berasal dari daerah Jatirogo saja, namun banyak sekali orang dari luar daerah yang tertarik untuk memborong produksi batu ini. Ada pembeli yang berasal dari Surabaya, Mojokerto, Pati, Kudus bahkan ada juga pembeli yang berasal dari Pulau Bali. Inilah yang menjadikan Jatirogo ikut dikenal sebagai kota penghasil batu bata merah. 


Busthanul Arifin, salah seorang warga Demit mengatakan bahwa proses pembuatan batu bata merah ini memakan waktu hingga 25 hari. Itu dilakukan mulai dari pemilihan tanah berkualitas untuk pembuatan batu bata sampai proses finishing. Memang cukup lama karena produsen pembuat bata bata ini benar-benar ingin mendapatkan hasil yang sempurna. Sehingga masyarakat yang ingin membeli batu bata ini puas karena mendapatkan barang yang berkualitas. 

Dalam sehari, pembuatan batu bata bisa mencapai dua ribu sampai empat ribu buah. Itu jika dilakukan dengan menggunakan mesin press. Sedangkan jika dikerjakan oleh tenaga manusia, per orang biasanya menghasilkan kurang lebih 300 buah. Kemudian setelah selesai dicetak, maka dilakukan penjemuran sebelum dibakar di dalam Jubung. Tempat pembakaran tersebut sangat besar hingga memuat 20.000 bata dalam sekali pembakaran. 


Harga batu bata buatan desa Demit ini sangat terjangkau dan terbilang murah. Mereka menjual batu bata seharga enam ratus sampai tujuh ratus rupiah per buahnya. Namun mereka mengakui kalau ada seseorang yang ingin membeli harus memesan terlebih dahulu mengingat orderan sangat banyak. 

Pembeli bisa menikmati banyaknya pilihan batu bata yang ada di desa Demit. Arifin, produsen batu bata yang juga seorang Sekdes di desa Demit mempersilakan jika ada masyarakat yang ingin mengetahui proses pembuatan batu bata di lokasi langsung. Bahkan ia juga siap menularkan ilmu tentang pembuatan batu bata dari tahap awal sampai siap jual. Sehingga nanti muncul pengusaha-pengusaha batu bata baru di berbagai daerah mengingat besarnya permintaan masyarakat terhadap bahan bangunan yang satu ini. 

Baca juga Desa Sugihan Mendominasi Hadiah Undian PBB Jatirogo


EmoticonEmoticon