Wednesday, October 10, 2018

Konferensi Kades Dan Sekdes Di Balai Desa Besowo

Tags

Pelaksanaan konferensi Kepala Desa dan Sekretaris Desa pada bulan Oktober ini diadakan di desa Besowo. Seperti biasanya, konferensi dipimpin langsung oleh Camat Jatirogo yaitu Drs. Moh. Nawawi, MM. Selain dihadiri oleh forum komunikasi pimpinan kecamatan (Forkompimka), kades dan sekdes, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Kapolsek dan Danramil. Lalu ada juga sejumlah unit pelaksana teknis dinas (UPTD) yang ada di Jatirogo.

Acara konferensi tersebut dibuka pukul setengah sepuluh oleh seorang pembawa acara bernama Winda Wahyu Saputra dengan bacaan Basmalah kemudian dilanjutkan dengan melantunkan lagu Indonesia Raya. Lalu acara diteruskan dengan beberapa sambutan dari Kepala Desa Besowo, pengarahan Camat Jatirogo dan dilanjutkan dengan tanya jawab. 


Dan berikut ini adalah rangkuman hasil Konferensi Besowo yang dilaksanakan tanggal 10 Oktober. 

1. Pemerintah desa diimbau agar segera menyusun Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa untuk tahun 2019. RKPDesa tersebut ditargetkan harus sudah selesai pada akhir bulan Oktober. Demikian juga dalam RKP tersebut diwajibkan agar sudah dilengkapi dengan rencana anggaran biaya (RAB).

2. Ada beberapa kegiatan yang harus dianggarkan pada APBDes tahun 2019. Di antaranya yaitu:

  • Rehab rumah tidak layak huni (RTLH) 
  • Pelaksanaan lomba green and clean
  • Pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades)
  • Penyelenggaraan pemilihan BPD
  • Penyusunan rencana pemerintahan jangka panjang desa (RPJMDes)
  • Penyertaan modal untuk Bumdes
  • Pembayaran internet bulanan 

3. Program PKT atau padat karya tunai yang saat ini diterapkan akan tetap berlaku untuk tahun 2019. Program yang mensyaratkan minimal 30% dari seluruh RAB kegiatan di desa itu harus diperuntukkan membiayai tenaga kerja. Hal tersebut adalah upaya dari pemerintah untuk membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. 

4. Dana desa (DD) tahap III sudah masuk dalam Rekening Kabupaten dan akan segera ditransfer ke desa. Oleh karena itu, seluruh desa harus sudah menyerap anggaran dana desa tahap satu dan dua minimal 75%. Dan pemerintah desa diharapkan segera mengirim dokumen progres pelaksanaan pembangunan ke Kasi Pemerintahan Kecamatan. Mulai dari foto kegiatan 0% sampai 50%.

5. Dinas Pekerjaan Umum Jatirogo meminta kepada masyarakat untuk mengurus izin mendirikan bangunan (IMB). Paling tidak per desa ada perwakilan bangunan yang mengurus IMB. 

6. Penyaluran bantuan pangan non tunai (bpnt) yang diberikan oleh dinas sosial kepada keluarga penerima manfaat (KPM) di Jatirogo mendapatkan evaluasi dari bupati Tuban. Penyebabnya adalah ada desa yang mengumpulkan kartu BPNT di satu tempat untuk dilakukan pencairan di agen tertentu. 

Ke depan, pencairan BPNT harus bisa dilakukan di masing-masing desa. Bumdes diharapkan segera bergabung menjadi agen BNI agar bisa memiliki unit usaha untuk pencairan program tersebut. Di samping itu, rencana transformasi BKD menjadi unit Bumdes agar segera ditindaklanjuti. 

7. Badan Pertanahan Nasional (BPN) masih menyediakan kuota untuk masyarakat yang ingin mengikuti program PTSL. Oleh karena itu, desa diharapkan mendata kebutuhan masyarakat yang ingin menyertifikatkan tanahnya. 

8. Baznas Tuban mengingatkan kepada kepala desa dan perangkatnya agar segera memenuhi kewajibannya membayar infaq. Ini dikarenakan banyak desa di Jatirogo yang belum melunasi setoran wajib per bulan tersebut. 

Baznas juga membuka kesempatan kepada masyarakat yang memiliki agenda semacam santunan atau kegiatan sosial yang lainnya untuk mengajukan permohonan ke lembaga tersebut. Nantinya jika permohonan diterima, Baznas akan memberikan bantuan untuk even yang mana kegiatannya boleh untuk dikelola pemerintah desa. 

9. Pada bulan November mendatang, Jatirogo mendapatkan kepercayaan untuk menjadi penyelenggara Porkab. Dan sesuai rencana kegiatan, Porkab tersebut akan menelan biaya sebesar 76 juta rupiah. Oleh karena itu, pemerintah desa dimintai partisipasi dana untuk menyukseskan kegiatan tersebut. 


Nah, itulah beberapa poin yang menjadi pembahasan dalam konferensi tersebut. Di samping beberapa hal di atas, ada juga tambahan dari beberapa instansi yang disampaikan pada acara siang itu. Di antaranya yaitu:

1. Pihak kepolisian Jatirogo mengimbau kepada orang tua yang memiliki anak usia sekolah agar tidak sembarangan memberikan izin mengendarai motor. Anak sekolah sebelum memasuki jenjang SMA/Sederajat dilarang membawa kendaraan sendiri. Karena anak yang usianya masih dini dinilai belum mampu membawa kendaraan dan dikhawatirkan membahayakan keselamatan. Baik keselamatan diri sendiri maupun orang lain. 

Menyikapi susahnya pembuatan SIM di kabupaten Tuban, kepolisian Jatirogo memberikan pelatihan cara mengendarai kendaraan yang dipusatkan di halaman masjid Soedirman desa Sugihan. Adanya pelatihan tersebut diharapkan mampu menjadi pengetahuan dan pengalaman bagi masyarakat sebelum berangkat ke Tuban untuk mengurus pembuatan SIM. Inisiatif tersebut dilakukan kepolisian Jatirogo mengingat banyaknya masyarakat yang selalu gagal tes pembuatan SIM di Tuban. Padahal jarak antara Jatirogo sampai Tuban lumayan jauh. 

2. Dari KUA Jatirogo menginformasikan ulang kepada masyarakat yang ingin mengikuti program nikah massal yang diadakan oleh pemerintah kabupaten Tuban. Meskipun sebenarnya program tersebut pendaftarannya telah ditutup akhir bulan September. Namun, karena sepinya peminat, KUA Jatirogo meminta kepada pemerintah desa untuk mendorong warganya agar mengikuti program nikah massal gratis tersebut. Terlebih bagi warga yang sudah menikah sirri dan belum tercatat dalam dokumen resmi KUA. 

3. Kemudian UPTD Kesehatan yang hadir pada waktu itu juga meminta pemerintah desa melakukan pendataan terhadap warganya yang belum memiliki jamban. Sehingga dinas kesehatan di Jatirogo memiliki data valid terkait warga yang belum memiliki jamban. Karena untuk ke depannya jika ada bantuan jamban dari pemerintah, maka dinas terkait bisa memetakan kepastian nama-nama penerima bantuan. 

Dan terakhir kegiatan konferensi tersebut selesai pukul setengah satu siang dan ditutup dengan ramah tamah dan makan bersama. 

Baca juga Warga Usulkan Pembangunan Sumber Daya Manusia Di Musrenbang Desa Karangtengah


EmoticonEmoticon