24 Oktober 2018

Esensi Desa Menurut Undang-undang Desa

Tags

Saat ini Pemerintah Indonesia melalui Nawacita sedang berkomitmen untuk membangun wilayah Indonesia mulai dari pinggiran. Pembangunan tersebut di antaranya adalah dengan meningkatkan kegiatan di desa yang anggarannya bersumber dari Dana Desa (DD). Program Dana Desa ini bukan hanya pertama di Indonesia, namun juga yang pertama dan terbesar di dunia. 

Sebelumnya mari kita pahami terlebih dulu apa pengertian desa? Menurut Undang-undang Desa, yang disebut dengan Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional. 

Di beberapa daerah, penyebutan desa memiliki sebutan yang beragam. Seperti di wilayah Aceh desa disebut dengan Gampong. Kemudian di Sumatera Barat disebut dengan Nagari. Kampung di Papua, Udik di Betawi dan lain sebagainya. 

Kemudian agar pemerintahan di tingkat desa menjadi lebih tertib, maka Pemerintah bisa melakukan penataan terhadap kedudukan desa. Penataan tersebut meliputi:
  1. Pembentukan 
  2. Penghapusan 
  3. Penggabungan
  4. Perubahan status desa, dan 
  5. Penetapan suatu desa 


Adapun pembentukan desa memiliki beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, di antaranya:
  • Batas usia desa induk tidak kurang dari 5 tahun
  • Wilayah desa yang akan dibentuk tersebut memiliki akses transportasi antar wilayah 
  • Adanya sosial budaya yang mendukung kondisi kerukunan hidup bermasyarakat 
  • Desa yang akan dibentuk tersebut memiliki sumber daya baik alam, manusia maupun ekonomi. 

Penataan dan pengaturan desa tersebut diperlukan untuk memperjelas status desa dalam struktur pemerintahan. Dengan demikian, pelayanan kepada masyarakat dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya sehingga perekonomian warga desa menjadi lebih baik. 

Baca juga Kamu Suka Menulis? Jadilah Admin Website Di Desamu!


EmoticonEmoticon