17 October 2018

Kamu Suka Menulis? Jadilah Admin Website Di Desamu!

Tags

Pemerintah Kabupaten Tuban memiliki brand baru yaitu, Tuban Menuju Smart City. Brand tersebut gencar dipromosikan oleh Pemerintah kepada masyarakat karena Tuban ingin dikenal oleh masyarakat luas di belahan dunia lainnya melalui internet. Informasi tentang potensi dan sumber daya alam maupun manusia yang dimiliki oleh kota Tuban ini bisa diperoleh oleh orang lain melalui dunia maya. Sehingga jika orang sudah mengenal kota Tuban, maka dipastikan akan menumbuhkan rasa keingintahuan yang besar tentang kondisi Tuban secara nyata. 

Nah, langkah yang ditempuh oleh Pemerintah Kabupaten Tuban di antaranya adalah mengajak kepada masyarakat agar turut mengambil bagian dalam program tersebut. Pemkab Tuban menggandeng komunitas-komunitas blogger untuk aktif menulis tentang seluk beluk dan potensi kota Tuban. Mereka diharapkan mampu mengangkat banyak hal yang selama ini belum diketahui oleh banyak orang. Dan memang selama ini banyak blogger-blogger handal yang sering memposting segala sesuatu yang ada di lingkungannya. 


Selain itu, Pemerintah Kabupaten Tuban juga mewajibkan seluruh desa untuk memiliki sebuah website resmi milik desa. Website desa (webdes) ini nantinya akan berisi tentang profil desa, peta wilayah, sejarah desa, surat menyurat dan juga artikel-artikel yang berguna bagi para pembaca website. Nah, bisa dibayangkan jika webdes yang dimiliki oleh 300 lebih desa yang ada di Kabupaten Tuban ini aktif dan selalu update, pasti ketika ada seseorang melakukan pencarian di Google tentang kota Tuban akan menemukan banyak informasi yang beragam. Tentu ada banyak hal baru yang didapatkan oleh pengguna internet mengingat jumlah 300 lebih desa bukanlah angka yang sedikit. 

Lalu, siapkah operator website desa untuk selalu membuat tulisan segar setiap hari? Pemkab melalui Diskominfo menyampaikan bahwa webdes resmi milik desa ini bisa dikelola oleh lebih dari satu orang. Seseorang yang mengelola/operator webdes bisa mengajak dan menggandeng masyarakat untuk mengisi konten webdes tersebut. Para operator website desa tersebut bisa memberdayakan remaja desa, anak-anak sekolah maupun ibu-ibu yang memiliki kemampuan dalam dunia kepenulisan. Semakin banyak penulis yang berkontribusi terhadap konten webdes, maka semakin bervariasi isi website tersebut. 

Kemudian, bagaimana caranya agar tulisan seseorang bisa diunggah pada sebuah website resmi desa? Begini langkah awalnya:

1. Seseorang yang akan membuat tulisan dalam website tersebut harus masuk ke website desanya dengan cara mengetikan alamatnya di laman google. Contoh: Webdes milik desa Karangtengah


2. Kemudian setelah masuk, pengguna bisa mengedit pada link alamat dari first menjadi siteman



3. Setelah itu, pengguna akan diarahkan ke halaman login. Oleh karena itu, pengguna diharapkan meminta username dan pasword kepada operator desa. Kenapa seperti itu? Ya, tentu adanya sebuah website harus mempunyai seorang admin utama yaitu operator webdes itu sendiri. Setelah masuk ke dashboard website, pengguna bisa mulai mengisi fitur-fitur yang ada pada dashboard tersebut. 


Nah, demikian tadi beberapa langkah awal untuk bisa berpartisipasi dalam menyuguhkan konten artikel agar bisa dimuat di website desa. Semoga keberadaan webdes akan mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik. Dan juga mampu memunculkan penulis-penulis berbakat untuk keberlangsungan webdes itu sendiri. 

Baca juga Diskominfo Tuban Gelar Bimtek Webdes Di Jatirogo


EmoticonEmoticon