23 September 2018

Terjemah Kitab Manaqib Jawahirul Ma'ani Part II

" Ya Allah, tebarkanlah wewangian surga kepada Syekh Abdul Qodir Al Jaelani, dan bentangkanlah kepada kami rahasia-rahasia yang telah Engkau titipkan kepadanya "

Syekh Abdul Qodir Al Jaelani dilahirkan di Jaelan, sebuah kota yang berada di sebelah Tibristan pada malam pertama bulan Ramadhan tahun 470 Hijriyah. Pada masa kecil, sudah tampak kebiasaan aneh pada diri beliau. Di antaranya adalah ketika masih bayi beliau menolak minum susu di siang hari Ramadhan berkat pertolongan Allah SWT. 

Di masa kanak-kanak, beliau tumbuh dalam kesungguhan untuk menuntut ilmu. Beliau belajar ilmu fiqih kepada Abul Wafa Ali bin Aqil, Abul Hathob Al Kalwadzani Mahfudz Ahmad Jalil dan Abul Husain Muhammad bin Qodli Abu Ya'la. Kemudian beliau belajar sastra pada Abu Zakariya bin Ali At Tibriz. Lalu mempelajari ilmu thoriqoh kepada ahli ma'rifat yakni Syekh Abul Khoir Hamad bin Muslim Ad Dabbas. Setelah itu belajar kepada Al Qodli Abu Said Al Mubarok, salah seorang pembesar kaum sufi. 



Dan beliau pun berperilaku dengan akhlak yang mulia. Selalu mendapatkan naungan pertolongan dari yang maha kuasa. Di samping itu, beliau adalah orang yang sangat berpegang teguh kepada Kitab dan Sunnah. Di suatu hari pernah beliau mengatakan, bahwasanya suatu majlis ketuhanan hanya akan menjadi sah apabila di dalamnya terdapat orang-orang yang benar-benar bersih dari kotoran dosa. 

Seyogyanya bagi seorang hamba yang fakir untuk tidak berharap kepada perhatian manusia. Akan tetapi harus benar-benar murni mengharapkan ridho Allah sehingga Allah akan menganugerahinya dengan ilmunya para ulama dan kehebatan para penguasa serta kebijakan para ahli hikmah. Wahai manusia! Janganlah mencintai atau membenci seseorang kecuali berdasarkan pada Kitab dan Sunnah. Supaya kamu tidak mencintai atau membencinya hanya berdasarkan pada hawa nafsu belaka. 

" Ya Allah, tebarkanlah wewangian surga kepada Syekh Abdul Qodir Al Jaelani, dan bentangkanlah kepada kami rahasia-rahasia yang telah Engkau titipkan kepadanya "

Baca juga Terjemah Kitab Manaqib Jawahirul Ma'ani Part III


EmoticonEmoticon