Monday, September 10, 2018

Hari Tuli Internasional, Pengakuan Atas Hak Tunarungu

Tags

Tanggal 23 September selalu diperingati sebagai hari tuli sedunia (World deaf day). Peringatan tersebut diberikan untuk menunjukkan bahwa warga dunia memiliki kepedulian terhadap penyandang disabilitas, terutama para penderita tunarungu. Hal itu dikarenakan setiap manusia memiliki hak-hak asasi yang mereka miliki semenjak lahir dengan martabat yang sama. Jangan sampai ada seseorang di belahan dunia ini yang memandang mereka dengan pandangan sebelah mata. 

Negara Indonesia sendiri juga melindungi hak-hak mereka yang memiliki gangguan dalam pendengaran, terutama yang berkaitan dengan informasi. Pada undang-undang penyiaran nomor 32 tahun 2002 pasal 39 (3) disebutkan bahwa bahasa isyarat dapat digunakan dalam mata acara tertentu untuk khalayak tunarungu (difabel Tuli).

Ilustrasi 

Peringatan hari tuli tersebut bisa diwujudkan dengan pemberian hak-hak mereka yang berupa pengakuan terhadap adanya bahasa isyarat yang dijadikan sebagai bahasa komunikasi. Di samping itu, juga memberi kesempatan pekerjaan maupun pendidikan yang sama terhadap mereka, tanpa membeda-bedakan kondisi fisik. Sehingga semua tempat yang ada di dunia ini memiliki kesan yang ramah terhadap keberadaan mereka. 


EmoticonEmoticon