Thursday, August 2, 2018

Pembangunan Jembatan Yang Menjadi Harapan Para Petani

Tags

Sudah lama warga desa Karangtengah, khususnya para petani mengharapkan untuk memiliki sebuah jembatan yang bisa menghubungkan mereka ke akses lahan pertanian. Keinginan ini tidak berlebihan mengingat akses ke sawah dan ladang mereka terpisahkan oleh sebuah sungai yang membentang. Sehingga, hal ini menyulitkan para petani untuk menjangkau lokasi pertanian mereka. Terlebih selama ini banyak di antara mereka yang mengeluhkan hasil panen yang biasanya habis hanya untuk pengeluaran biaya pengangkutan.


Berangkat dari keadaan yang seperti inilah, pemerintah desa Karangtengah mencoba mencari jalan keluar dengan mengagendakan pembangunan jembatan yang menghubungkan warga ke areal pertanian. Apalagi mayoritas penduduk desa Karangtengah bermatapencaharian sebagai petani. Sehingga kemudahan akses mutlak diperlukan. Dengan adanya jembatan ini nantinya diharapkan dapat memperkecil biaya transportasi.


Proyek yang dianggarkan dari Dana Desa (DD) ini dikerjakan secara swadaya oleh masyarakat sendiri. Apalagi pemerintah saat ini mengamanatkan agar penggunaan dana desa harus memenuhi program Padat Karya Tunai (PKT). Sebanyak minimal 30% dari anggaran Dana Desa harus diserap untuk tenaga kerja yang berasal dari masyarakat lokal. Oleh karena itu, dalam melaksanakan kegiatan pembangunan, pemerintah desa tidak dibenarkan untuk menggandeng rekanan atau pihak ketiga.


Pembangunan jembatan ini diproyeksikan akan memakan waktu selama 21 hari. Dengan anggaran sebesar 235 juta rupiah diharapkan masyarakat bisa menikmati kemudahan akses untuk usaha tani mereka.


EmoticonEmoticon