28 July 2018

Bedah Buku Kawruh Jiwa: Jangan Memahami Sesuatu Secara Parsial

Tags

PAC Ansor Jatirogo mengadakan acara bedah buku milik Muhaji Fikriono yang berjudul Kawruh Jiwa. Acara ini dimulai pukul delapan malam (28/07) dengan dipandu oleh pak Dadio, kepala sekolah SMP N 1 Jatirogo. Dengan bertempat di pendopo kecamatan Jatirogo, masyarakat sangat antusias dengan kegiatan bedah buku yang diklaim sebagai bedah buku pertama kalinya di kecamatan ini. Dadio menyanjung GP Ansor dengan menyebutnya sudah out of the box karena melangkah di luar batasnya.


Adji, sapaan karib Muhaji Fikriono merasa mendapatkan surprise ketika buku karyanya ini mendapatkan sambutan yang begitu hangat di kalangan nahdliyin. Penulis yang sudah menghasilkan tiga karya ini mengungkapkan bahwa menulis merupakan pekerjaan yang luar biasa. Dia juga mewanti-wanti agar hadirin dalam memahami buku jangan secara parsial tapi harus utuh. Terlebih buku-buku yang berisikan filsafat.


Beliau menceritakan bahwa buku Kawruh Jiwa ini lahir dari warisan spiritual Ki Ageng Suryamentaram. Salah seorang putra Sultan Hamengku Buwono VII yang merasa tidak nyaman hidup di lingkungan istana, sehingga pernah suatu ketika meminta kepada romonya untuk mencabut gelar putra mahkotanya. Dalam sebuah riwayatnya, ada satu pengajaran yang sangat mengena yang pernah beliau ungkapkan bahwa kebanyakan manusia lebih mementingkan wujud daripada rasa. Salah satu contoh termudah yang ada dan digambarkan adalah manusia sekarang lebih memilih tidur di ranjang empuk daripada di gelaran tikar. Padahal seseorang yang tertidur pulas, akan memiliki rasa terlelap yang sama meski tidur di tempat berbeda.

Gus Umar Fayumi yang menjadi pembanding dari acara bedah buku ini merasa bersyukur dengan munculnya buku-buku hasil karya penulis lokal. Beliau sebelumnya merasa prihatin melihat kenyataan mahasiswa-mahasiswa yang selama ini kesulitan mencari referensi dari penulis lokal sehingga terpaksa mencari referensi manca. Pak Dadio pun sempat berkelakar dengan celetukan " Gus umar iki nek dawuh sitik, tapi nek dibantah metune malah akeh."


EmoticonEmoticon