Monday, April 30, 2018

Tradisi Kupatan Di Hari Nishfu Sya'ban

Adalah kebiasan bagi masyarakat muslim terutama di daerah Jawa menyambut bulan puasa dengan merayakan kupatan pada hari Nishfu Sya'ban. Hari yang diyakini sebagai hari dikirimnya segala catatan amalan seseorang selama setahun oleh malaikat. Karena itu, mereka memperbanyak bacaan tasbih, tahmid, tahlil serta istighfar. Di samping itu mereka juga membaca surat Yasin sebanyak tiga kali.


Adat membuat kupat ini dilakukan oleh masyarakat sebagai luapan rasa bahagia menyambut datangnya bulan Ramadhan. Tidak sah rasanya kalau belum mengadakan kupatan. Kegiatan ini bahkan diteruskan dengan membuat bancaan di rumah masing-masing yang biasa dikenal dengan istilah Mapak Poso. Mereka meyakini bahwa seseorang yang bergembira dengan datangnya bulan puasa akan dijauhkan oleh Allah dari siksa neraka besok di akhirat.


Kupat sendiri adalah makanan yang berasal dari beras yang ditanak dengan bungkusan daun kelapa muda (janur) yang dianyam sedemikian rupa. Kupat yang disebut-sebut berasal dari ajaran Sunan Kalijaga yang diakulturasikan dengan kebadayaan lama itu berasal dari kata Ngaku Lepat yang artinya mengakui kesalahan. Karena di bulan Sya'ban ini dianjurkan untuk introspeksi diri dan banyak beristighfar. 

Nishfu Sya'ban tanpa Ketupat bagai sayur tanpa garam.


EmoticonEmoticon