22 September 2019

Terjemah Kitab Manaqib Jawahirul Ma'ani Part VII

" Ya Allah, tebarkanlah wewangian surga kepada Syekh Abdul Qodir Al Jaelani, dan bentangkanlah kepada kami rahasia-rahasia yang telah Engkau titipkan kepadanya "


Syekh Abdul Qodir Al Jaelani RA memiliki badan yang kurus, perawakan yang ramping, dada yang lebar, dan jenggot yang lebat serta panjang yang berwarna cokelat. Beliau memiliki alis yang bersambung dan beliau selalu memenuhi setiap undangan yang diberikankepadanya  serta memiliki suara yang indah.


Tarekat beliau adalah penyatuan jiwa dan hati, meleburnya keikhlasan dan penyerahan diri, serta berhukum kepada kitab Alqur’an dan Sunnah Rosulullah SAW di setiap saat, baik di situasi yang akan datang maupun di saat yang sedang terjadi kemudian kesemuanya itu  disertai dengan tetapnya kemantapan hati kepada Allah Azza wa Jalla.

Adalah Abu Gholib memilik seorang anak yang mengidap penyakit kusta hemiplegia. Maka iapun membawanya kepada Syekh Abdul Qodir Al Jaelani RA. Maka, Syekh Abdul Qodir Al Jaelani RA pun berkata, “ Berdirilah dengan izin Allah ta’ala!” maka tiba-tiba sang anakpun mampu berdiri dan melihat. Tidak ada lagi cacat pada dirinya. Dan hal tersebutpun membuat orang-orang sama keheranan.

Seorang wanita baik-baik pada suatu hari bermaksud pergi ke gua di sebuah bukit untuk melaksanakan hajatnya. Ternyata ada seseorang fasiq yang mengikutinya dari belakang untuk melakukan niat jahatnya. Dan sampailah ia di tempat wanita tersebut sehingga tidak ada tempat perlindungan bagi si wanita. Maka iapun berteriak wahai Syekh Abdul Qodir Al Jaelani RA! Tolonglah aku! Tolonglah aku! Tolonglah aku!

Tiba-tiba Syekh Abdul Qodir Al Jaelani RA turun dengan memegang kepala orang fasiq tersebut sebelum dirinya melaksanakan niat jahatnya, dan Syekh Abdul Qodir Al Jaelani RA pun memukulnya dengan kedua sandalnya yang terbuat dari kayu sehingga matilah orang tersebut.
Sungguh aku telah melihat bagaimana Syekh Abdul Qodir Al Jaelani RA mampu bertindak di dalam kuburnya sebagaimana ia bertindak ketika beliau masih hidup. Semoga Allah meridhoinya dan meridhoi kita semua dengan keridhoan yang agung dan menolong kita dengan pertolongannya yang luas.
 
" Ya Allah, tebarkanlah wewangian surga kepada Syekh Abdul Qodir Al Jaelani, dan bentangkanlah kepada kami rahasia-rahasia yang telah Engkau titipkan kepadanya "

04 September 2019

Rangkaian Acara Haul Sunan Bonang Tuban Tahun 2019

Peringatan haul Sunan Bonang ke-510 akan digelar di seputaran makam Sunan Bonang dan Alun-alun kota Tuban. Aka nada banyak kegiatan yang akan dilaksanakan di tahun 2019 ini sebagaimana juga dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya. Kegiatan ini puncaknya adalah digelarnya pengajian umum yang akan dihadiri oleh K.H. Ahmad Muwafiq (Gus Muwafiq) pada tanggal 5 September 2019.


Sebagaimana peringatan haul pada setiap tahunnya, perayaan haul Sunan Bonang tahun ini diprediksi juga akan dipenuhi oleh para hadirin. Umumnya mereka ingin menghadiri kegiatan pengajian umum maupun berziyarah ke makam Sunan Bonang. Para hadirin yang dating ini tidak hanya berasal dari dalam wilayah kabupaten Tuban saja, namun juga banyak yang berasal dari luar kota hingga luar provinsi.

Rangkaian kegiatan Khol Mbah Mbonang ini sejatinya sudah dimulai semenjak tanggal 16 Agustus 2019 (Data lengkap bisa lihat pada gambar). Berikut ini adalah jadwal susunan kegiatan haul Sunan Bonang tahun 2019:
1 September 2019
Tahtimul Qur’an Bin Nadhor

4 September 2019
Tahtimul Qur’an Bil Ghoib

5 September 2019
Khitanan Massal

5 September 2019
Tahlil Akbar Bersama Habib Musthofa Al Idrus

5 September 2019

Pengajian Umum Bersama K.H. Ahmad Muwafiq

27 Agustus-5 September 2019
Gebyar Ekspo & Bazar Rakyat

31 August 2019

Malam Tirakatan Suro, Gus Ghofur Maimoen: Tahun Baru Hijriyah Momentum Untuk Bangkit

Memperingati tahun baru hijriyyah 1 Muharram 1441 H, masyarakat Jatirogo mengadakan malam tirakatan yang dilaksanakan di pendopo kecamatan. Kegiatan ini diprakarsai oleh Persatuan Guru Madrasah Indonesia (PGMI) Kecamatan Jatirogo dengan Melibatkan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompimka), lembaga-lembaga pendidikan di Jatirogo yang bernaung di bawah Kementrian Agama serta seluruh elemen masyarakat. 



Kegiatan malam tirakatan ini dimulai pukul 20.00 WIB dengan diawali lantunan sholawat dari salah satu grup hadroh setempat. Acara berlangsung khidmat dengan rangkaian lantunan lagu Indonesia Raya dan Ya Lalwathon. Kemudian dilanjutkan dengan bacaan tahlil dan al barzanji sampai pada giliran Gus Ghofur menyampaikan tausiah malam tirakatan.

Dalam sambutannya, Gus Ghofur menyampaikan bahwa masyarakat muslim ini sering lupa dengan kalendernya sendiri. Banyak dari orang Islam yang tidak bisa menjawab ketika ditanya oleh seseorang tentang tanggal hijriyah, akan tetapi mereka akan bisa langsung menjawab dengan spontan ketika ditanya tentang tanggal masehi.

Beliau menambahkan bahwa di usianya yang ke-1.441, tahun hijriyah lebih muda daripada tahun masehi. Begitu juga dengan agama islam, juga merupakan agama termuda dibandingkan dengan agama-agama yang lainnya. Namun, potensi perkembangan agama islam ini sangatlah terbuka lebar untuk menjadi agama terbesar di dunia mengingat pesatnya pertumbuhan penduduk dari kalangan umat Islam di samping banyaknya warga nonmuslim yang memeluk agama Islam beberapa tahun terakhir.

Bila dirunut secara sejarah, Islam baru memiliki hitungan tahun sendiri pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khothob. Hal tersebut menunjukkan bahwa sebelum memiliki hitungan kalender, kebanyakan masyarakat masih menggunakan ingatan peristiwa sebagai penanda suatu kejadian. Seperti tahun kelahiran Nabi Muhammad juga disandarkan pada tahun gajah karena ada peristiwa pasukan gajah yang menyerang kota Makkah.

Memperingati tahun baru Hijriyah berarti memperingati kebangkitan agama Islam. Sebab, penetapan tahun Hijriyah sendiri diawali dari peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW ke kota Madinah. Dan, sejarah hijrah adalah awal dari kebangkitan dan kejayaan Islam hingga menjadi besar sampai sekarang ini. Gus Ghofur juga menyatakan bahwa setelah peristiwa hijrah inilah kekuatan Islam mulai diperhitungkan.

Untuk masyarakat Jawa sendiri, bulan Muharram dikenal dengan sebutan bulan Suro. Bulan yang sangat dikeramatkan karena banyak peristiwa-peristiwa penting di alam dunia terjadi di bulan Muharram seperti diselamatkannya pasukan Nabi Musa dari kejaran Raja Fir’aun. Sehingga masyarakat jawa menjadikan bulan Suro untuk menyucikan diri dan juga pusaka. Kemudian di bulan ini, juga tercatat sejarah yang cukup memilukan yakni wafatnya cucu Rosulullah yaitu Sayyidina Husain di peristiwa Karbala sehingga orang jawa tidak ada yang mau memiliki hajatan di bulan Sura untuk mengenang keprihatinan ini. 

Di akhir acara tirakatan, Gus Ghofur mengajak umat Islam di tahun yang baru untuk berubah ke arah yang lebih baik. Tak lupa beliau juga mengingatkan bahwa di bulan Muharram ada amalan ibadah puasa sunnah yaitu hari Tasyu’a dan Asyuro

Hasil Lomba Gerak Jalan Kecamatan Jatirogo Tahun 2019


Panitia Hari Besar dan Nasional (PHBN) Kecamatan Jatirogo Kabupaten Tuban telah menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan di bulan Agustus tahun 2019. Salah satunya adalah lomba gerak jalan yang diikuti oleh berbagai elemen masyarakat dan lembaga dengan kategori SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA/Umum. 


Adapun kegiatan lomba gerak jalan tahun 2019 untuk kategori SMA/SMK/MA/Umum memiliki rute yang cukup panjang yakni mulai start di lapangan Suwedang Desa Kebonharjo dan berakhir di garis finish yang berada di lapangan Desa Sugihan Kecamatan Jatirogo. Rute yang ditempuh oleh seluruh peserta gerak jalan yang berjumlah lebih dari 200 grup itu sepanjang 8 Km.

Sebagaimana biasa, masyarakat Jatirogo cukup antusias dengan kegiatan agustusan yang diselenggarakan oleh panitia PHBN di tiap tahunnya. Meskipun Jatirogo berlokasi cukup jauh dari kota kabupaten, namun kota di pojok Tuban ini selalu mampu menghadirkan peringatan HUT Kemerdekaan RI dengan meriah. 

Ketua Panitia PHBN Kecamatan Jatirogo, Waras merasa bangga dengan kreativitas masyarakat dalam menyuguhkan berbagai hiburan di acara Tujuhbelasan ini, mulai dari uniknya peserta gerak jalan, karnaval, ekspo, perlombaan-perlombaan agustusan, wayang, seni hadrah dan hiburan-hiburan yang lainnya.

Adapun untuk lomba gerak jalan tingkat SMA/SMK/MA/Umum Kecamatan Jatirogo, panitia PHBN telah merilis daftar juara lomba gerak jalan tingkat tersebut. Berikut ini perinciannya:

Tingkat SMA/SMK/MA Putra

  • JUARA I SMAN JATIROGO NOMOR 52 DENGAN NILAI 677
  • JUARA II SMKN JATIROGO NOMOR 100 DENGAN NILAI 664
  • JUARA III SMK PELAYARAN NOMOR 35 DENGAN NILAI 655


Tingkat SMA/SMK/MA Putri

  • JUARA I SMAN JATIROGO NOMOR 42 DENGAN NILAI 677
  • JUARA II MA SALAFIYAH NOMOR 82 DENGAN NILAI 664
  • JUARA III SMKN JATIROGO NOMOR 91 DENGAN NILAI 655


Tingkat Umum Putra

  • JUARA I SAKA WANABHAKTI NOMOR 209 DENGAN NILAI 667
  • JUARA II PENJAGA SD NOMOR 61 DENGAN NILAI 664
  • JUARA III GURU SDN WOTSOGO 1 NOMOR 11 DENGAN NILAI 647


Tingkat Umum Putri

  • JUARA I POLSEK JATIROGO NOMOR 59 DENGAN NILAI 664
  • JUARA II KADER DINGIL NOMOR 64 DENGAN NILAI 654
  • JUARA III GURU SMPN 1 JATIROGO NOMOR 69 DENGAN NILAI 651 



25 August 2019

Kunci Jawaban Soal Sumatif Fikih Modul 6

Di kesempatan kali ini akan kami sajikan 20 soal dan kunci jawaban sumatif Fikih modul 6. Selamat mengikuti.



1. Kekhusususan tentang sesuatu yang dibaca merupakan makna yang terkandung dalam penamaan al-Qur'an yang tersimbol pada ….
a. pemakaian tanda petik ( ' )
b. penambahan alif dan nun
c. kata iqra' pada ayat yang pertama turun
d. penambahan alif dan lam 

2.
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا 
Ayat ini merupakan ayat terakhir yang turun berkaitan dengan hukum dan menyatakan bahwa ayat telah sempurna turunnya. Makna sempurna dalam ayat ini adalah ….
a. tidak ada lagi persoalan yang penting ditetapkan hukumnya
b. semua persoalan sudah ditetapkan prinsip-prinsipnya di dalam al-Qur'an
c. selain persoalan yang sudah ditetapkan dalam al-Qur'an, yang lain tidak perlu
d. semua persoalan sudah ada ketetapan hukumnya dalam al-Qur'an secara rinci

3. Persoalan yang sudah menjadi kajian ijmak qath'i
a. tidak bisa dikaji, kecuali ada dalil baru
b. bisa dikaji dengan ijmak lain
c. masih bisa dikaji pada masa datang
d. tidak bisa dikaji kembali

4. Pemberlakuan larangan minum khamar dalam al-Qur'an yang tidak sekaligus merupakan contoh prinsip ….
a. al-tadrij fi al-tasyri'
b. taqlil al-takalif
c. izalah al-masalah
d. 'adam al-harj

5. Kasus hukum yang ditetapkan oleh sunah dan tidak terdapat di dalam al-Qur'an adalah penetapan hukum tentang ….
a. kebolehan berwasiat bagi orang yang akan meninggal 1/3 hartanya
b. kebolehan mengonsumsi hati dan limpa
c. larangan mengonsumsi semua binatang yang bertaring
d. cara melaksanakan salat

6. Al-Qur'an adalah sumber hukum Islam yang pertama dan utama. Sikap yang sesuai dengan ungkapan tersebut terkait dengan adanya persoalan yang belum ada ketentuan hukumnya adalah ….
a. Ali langsung mengiyaskan dengan kasus yang serupa
b. Ali mencari ayat-ayat yang bisa dijadikan dasar
c. Ali bertanya kepada gurunya
d. Ali mencari keterangan hukumnya di dalam kitab fikih

7. Terdapat sunah yang redaksinya berbeda-beda, tetapi mempunyai kandungan makna yang sama. Hal ini terjadi disebabkan oleh ….
a. banyak hadis yang bersumber dari sahabat sendiri
b. banyak sahabat yang ditugaskan Rasul saw. untuk menulis sunah
c. kasus yang sama diungkapkan berkali-kali oleh Rasul saw.
d. sahabat menyampaikan hadis kepada sahabat lain dan tabiin secara lisan 

8. 
كِتَابٌ فُصِّلَتْ ءَايَاتُهُ قُرْءَانًا عَرَبِيًّا لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ 
maksud frasa قُرْءَانًا عَرَبِيًّا dalam ayat ini adalah ….
a. al-Qur'an bacaan orang Arab
b. al-Qur'an berasal dari bahasa Arab
c. al-Qur'an berbahasa Arab
d. al-Qur'an khusu untuk orang Arab

9. Dalam QS al-Nisa'/4: 103 diperintahkan umat Islam untuk menunaikan salat lalu datang hadis: صلوا كما رأيتمونى اصلي (salatlah kalian sebagaimana aku salat). Fungsi sunah terkait dengan hal ini adalah ….
a. ta'kiid al-hukm
b. taqyiid al-mutlaq
c. takhshiish al-aam
d. tafsiil al-mujmal

10. Seluruh mujtahid menyatakan pendapatnya secara tegas dosebut ….
a. ijmak zanni
b. ijmak sukuti
c. ijmak qath'i
d. ijmak bayani

11. Dalam sebuah pertemuan yang dihadiri oleh seluruh mujtahid dunia membicara-kan satu masalah yang sangat penting terkait transaksi ekonomi modern. Dari seluruh mujtahid yang hadir, ada satu orang yang tidak menandatangani keputus-an hukum tersebut meskipun tidak menentang. Ijmak yang dihasilkan dalam pertemuan ini ….
a. ijmak zanni
b. ijmak qath'i
c. ijmak bayani
d. ijmak sukuti

12. Minum vodaka tidak ada ketetapan hukumnya dalam al-Qur'an dan sunah. Setelah diselidiki, minuman vodka mempunyai kesamaan illat dengan khamar yang diharmkan dalam al-Qur'an yaitu sama-sama memabukkan. Pada kasus ini, yang menjadi perbuatan far’un atau furuk adalah ….
a. memabukkan
b. minum vodka
c. minum khamar
d. hukum haram

13. Mengiaskan perbuatan memukul orang tua dengan perbuatan menendang orang tua mempunyai illat yang sama yaitu menyakiti badan.
a. Qiyas tersebut tidak benar karena tanpa qiyaspun sudah diketahu larangannya
b. Qiyas tersebut benar karena asal dan furuk mempunyai kemiripan
c. Qiyas tersebut tidak benar karena asal tidak ada dalam al-Qur'an atau sunah
d. Qiyas tersebut benar karena illatnya sama yaitu menyakiti orang tua

14. Ungkapan berikut merupakan rukun ijmak.
a. Kesepakatan harus dinyatakan secara jelas oleh seluruh mujtahid
b. Hanya satu orang mujtahid yang mendiamkan keputusan hukum itu
c. Mayoritas mujtahid menyetujui keputusan hukum itu
d. Adanya perwakilan mujtahid dari setiap negara Islam

15. Di dalam al-Qur'an terdapat larangan mengucapkan 'ah' kepada orang tua, lalu perbuatan memukul meskipun tidak terdapat larangan, juga diharamkan. Ini merupakan kasus qiyas. Mengucapkan 'ah' pada orang tua adalah unsur ….
a. perbuatan asal
b. perbuatan furuk
c. illat
d. hukum asal

16. Qiyas mengucapkan 'ah' pada orang tua dan memukulnya termasuk qiyas aulawi. Disebut qiyas aulawi karena ….
a. illat mengucapkan 'ah' lebih utama daripada memukul
b. illat memukul lebih utama daripada illat mengucapkan 'ah'
c. illat keduanya menyakiti hati dan badan orang tua
d. illat keduanya setara yaitu sama-sama menyakiti hati orang tua

17. Dalam QS al-Maidah/5: 3 umat Islam dilarang mengonsumsi bangkai lalu datang hadis:
 أُحِلَّتْ لَكُمْ مَيْتَتَانِ وَدَمَانِ فَأَمَّا الْمَيْتَتَانِ فَالْحُوتُ وَالْجَرَادُ وَأَمَّا الدَّمَانِ فَالْكَبِدُ وَالطِّحَالُ  
(dihalalkan bagi kalian dua macam bangkai dan dua macam darah ...). Fungsi sunah terkait dengan hal ini adalah ….
a. taqyiid al-mutlaq
b. tafsiil al-mujmal
c. takhshiish al-aam
d. ta'kiid al-hukm

18. Pada masa Rasul saw., keadaan sunah atau hadis sebagai sumber hukum adalah ….
a. tidak dihapal secara resmi tapi dicatat
b. dicatat secara resmi
c. tidak dicatat secara resmi
d. dihapal dan dicatat secara resmi

19. Mengiaskan perbuatan makan harta anak yatim secara aniaya dengan membakarnya sehingga dilarang atau diharamkan. Illat kasus qiyas ini adalah ….
a. menghabiskan harta anak yatim
b. membuat sedih anak yatim
c. tidak mengganti hara anak yatim
d. tidak membayar harta anak yatim

20. Seluruh mujtahid menyatakan pendapatnya secara tegas dosebut ….
a. ijmak sukuti
b. ijmak bayani
c. ijmak zanni
d. ijmak qath'i