21 Juli 2019

Kisah Semut di Bahtera Nabi Nuh

Menurut Gus Muwafiq, kisah ini pernah diceritakan oleh almarhum K.H. Wahab Chasbullah saat bertemu dengan tokoh Sunni dan Syiah di Mesir sekitar tahun 1926an. Waktu itu beliau berusaha untuk menggalang kekuatan menolak keinginan paham Wahabi di Saudi Arabia yang ingin membongkar makam Nabi Muhammad SAW. Di sela-sela pertemuan dengan tokoh-tokoh inilah, beliau menyelipkan guyonan berupa kisah semut di saat banjir bandang yang menimpa kaumnya Nabi Nuh.


K.H. Wahab Chasbullah mengemukakan kisah tersebut demi mencairkan suasana dikarenakan selama itu kaum Sunni dan Syiah adalah dua golongan yang sulit dipersatukan. Namun, adanya momen paham Wahabi yang ingin membongkar makam Nabi Muhammad menjadikan kedua kelompok ini sepakat menolak keinginan Wahabi tersebut. Dengan cara inilah, K.H. Wahab yang merupakan murid Hadrotusysyaikh Hasyim Asy'ari ingin menyatukan mereka demi misi mulia mempertahankan keberadaan makam Rasulullah.

Alkisah, di saat banjir bandang menimpa kaumnya Nabi Nuh, maka sang nabi selain mengajak kaumnya yang beriman juga mengumpulkan semua jenis binatang berpasang-pasangan untuk naik ke atas kapal. Hal itu dilakukan agar binatang yang ada di atas muka bumi tidak ikut tenggelam dan habis mati.

Setelah di atas kapal, seluruh binatang dikumpulkan oleh Nabi Nuh. Untuk menghindari kelebihan penumpang di kapal yang bisa menyebabkan kapal tenggelam, maka Nabi Nuh meminta kepada seluruh binatang jantan agar melepas alat kelaminnya dan dititipkan di suatu ruangan dalam kapal. Hal itu dilakukan untuk mencegah binatang-binatang tersebut berkembang biak di atas kapal. 

Singkat cerita, setelah banjir bandang surut, maka terdamparlah kapal Nabi Nuh di atas sebuah bukit. Alhasil, seluruh binatang sama berhamburan keluar meninggalkan bahtera karena saking girangnya mengetahui bahwa mereka telah selamat dari musibah banjir besar. Nabi Nuh yang mengetahui hal ini segera memberikan pengumuman agar seluruh binatang kembali ke kapal untuk mengambil alat kelaminnya yang telah dititipkan.

Kuda yang memiliki lari cepat, segera menerjang ke kapal dan mengambil kelamin milik gajah yang paling besar. Sementara gajah yang berbadan besar dengan tergopoh-gopoh hanya dapat mengambil kelamin seadanya, bahkan seekor bebek yang jalannya lambat harus mencari-cari kelaminnya karena kehabisan. Salah satu binatang yang lain menyarankan agar sementara bebek memasang tali kapal sebagai alat kelaminnya sambil terus melakukan pencarian.

Di paling belakang ada semut yang paling kecil dan paling lambat. Ketika sampai di kapal ia sudah tidak menjumpai seekor binatang pun apalagi kelaminnya. Seisi ruangan yang ada di kapal sudah dijelajahinya namun tetap tidak bisa ia temukan. Akhirnya dengan langkah gontai ia meninggalkan kapal. Pencarian semut atas kelaminnya ini tetap ia lakukan hingga saat ini. Entah kenapa semut masih bisa tetap memiliki keturunan. Hingga saat ini, binatang semut ini setiap kali berjumpa dengan semut lainnya saling menanyakan kabar apakah ada yang sudah menemukan kelamin. Wallahu a'lam.

20 Juli 2019

Kisah Sahabat Nabi yang Menangis di Zaman Tabiin

Kisah ini diceritakan oleh Gus Baha' dalam sebuah kajiannya. Beliau menceritakannya secara detail untuk memberikan kefahaman kepada para mustamiin agar mereka bisa mengambil hikmah dari kisah tersebut. 


Di antara salah satu pelajaran yang bisa diambil dari cerita tersebut adalah hendaknya seorang muslim tidaklah terlalu kaku dalam menjalankan perintah agama, terutama ketika ia bersinggungan dengan orang lain. Langsung saja begini kisahnya.

Pada suatu hari di zaman para tabiin, masih hidup beberapa sahabat rasulullah di zaman tersebut. Singkat cerita ketika itu masuk waktu shalat sehingga kaum muslimin sama bergegas menuju masjid untuk melaksanakan ibadah shalat.

Dan ketika mendekati waktu iqomah, ada salah seorang sahabat yang cukup tua tiba-tiba keluar dari masjid karena mengetahui bahwa untanya sedang terlepas. Ia harus mengejar untanya disebabkankhawatir unta tersebut akan pergi jauh sehingga tidak dapat ditemukan lagi.

Sahabat tua tadi terpaksa harus meninggalkan takbirotul ikhrom bersama imam shalat dikarenakan lebih mementingkan mengejar unta yang terlepas. Sehingga ia ketika kembali ke masjid untuk ikut shalat berjamaah ternyata mendapati imam sudah selesai beberapa rokaat sehingga ia menjadi makmum masbuq.

Selesai shalat, salah seorang jamaah mendatanginya dan menanyakan kepadanya mengapa ia lebih mementingkan urusan dunia daripada kepentingan akhirat. Bukankah ia seorang sahabat nabi yang seharusnya menjadi panutan para tabiin di masa itu.

Maka menangislah sahabat tua tadi sesenggukan. Ia tak menyangka jika perbuatannya mendahulukan mengejar unta dipermasalahkan oleh seorang jamaah shalat.

" Ya Allah tuhanku, aku lebih suka hidup di zaman nabimu. Zaman ketika hal-hal seperti ini tidak dipermasalahkan di masa nabimu, tapi kini menjadi masalah di zaman sepeninggal kekasihmu"

Demikianlah, dari kisah ini kita belajar bahwa nabi Muhammad sangat toleran kepada umat manusia terlebih kepada kaum muslimin. Sementara kita yang hidup di zaman ini seolah menerapkan islam yang kaku.

Apa jadinya seandainya sahabat tua tadi tidak menyelesaikan urusan untanya yang terlepas lebih dahulu. Apakah ia bisa melaksanakan shalat dengan tenang dan khusyuk? Apakah ia akan menyalahkan shalat jika untanya hilang karena menjadi penyebab hilangnya seekor unta miliknya? Bukankah beragama itu sebenarnya mudah bukan sulit?

19 Juli 2019

Kunci Jawaban Soal Sumatif Modul 6 Nilai 86,65

Bapak ibu pembaca setia Media Karangtengah berikut ini kami berikan kunci jawaban soal sumatif modul 6 untuk membantu anda dalam pelaksanaan daring Program Profesi Guru (PPG).   




1. Alternatif pilihan jawaban salah atau pengecoh (distractor) dalam suatu butir soal pilihan ganda dikatakan tidak baik jika …
a. Setidaknya 5% dari peserta tes memilih jawaban tersebut
b. Tidak satupun peserta tes yang memilih jawaban pengecoh
c. Jawaban pengecoh mengarahkan peserta tes untuk memilih jawaban yang benar
d. Jawaban pengecoh terkait dengan materi pertanyaan
e. Jawaban pengecoh disusun dengan kalimat yang mudah dipahami

2. Analisis kualitas soal tes pilihan ganda pada aspek materi antara lain ….
a. Pokok soal harus dirumuskan secara jelas.
b. Butir tes tidak tergantung pada jawaban sebelumnya.
c. Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjaudari segi materi.
d. Soal harus sesuai dengan indikator.
e. Panjang rumusan pilihan jawaban relatif sama.

3. Bentuk soal yang terdiri atas dua kelompok. Kelompok pertama umumnya ditulis sebelah kiri, merupakan pernyataan stimulus. Kelompok ke dua umumnya ditulis di sebelah kanan, merupakan pernyataan respon. Bentuk soal tes tersebut adalah …
a. Lisan
b. Menjodohkan
c. Uraian subjektif
d. Uraian objektif
e. Pilihan Ganda

4. Berikut yang merupakan contoh pemanfaatan hasil penilaian oleh Guru adalah …
a. Menyelenggarakan penilaian ulang dengan soal tes yang lebih mudah
b. Menyelenggarakan program pengayaan bagi siswa yang hasilnya rendah
c. Memisahkan siswa yang hasil penilaiannya rendah
d. Menyelenggarakan program remedial bagi siswa yang hasilnya rendah
e. Menyelenggarakan program remedial bagi siswa yang hasilnya tinggi

5. Contoh bentuk penilaian yang terkait dengan assessment as learning dalam pembelajaran adalah …
a. Uji Kompetensi Keahlian
b. Penilaian Akhir Semester
c. Ujian Nasional
d. Penilaian Diri
e. Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional

6. Contoh bentuk penilaian yang terkait dengan assessment of learning adalah …
a. Pengamatan terhadap siswa saat berdiskusi
b. Penugasan selama pembelajaran
c. Pertanyaan/Quiz selama pembelajaran
d. Penilaian Akhir Semester
e. Penilaian harian

7. Dalam lingkup pengujian hasil belajar yang luas penggunaan tes obyektip lebih menguntungkan dari pada tes bentuk uraian.. Salah satu keuntungan atau kelebihan tersebut adalah….
a. materi soal tidak perlu luas.
b. pengembangan soal relatif mudah
c. mudah menebak jawaban
d. tingkat validitas soal tinggi
e. tidak memperhatikan level kognitif

8. Dalam penulisan soal tes, perumusan tujuan tes harus memperhatikan …
a. Pertimbangan ahli (expert judgement)
b. Fasilitas pendukung yang tersedia
c. Kompetensi guru penyusun soal
d. Hasil tes selama ini
e. Kompetensi Dasar sesuai kurikulum yang berlaku

9. Evaluasi program pendidikan dimaksudkan untuk mengetahui tingat efektifitas dan efisiensi pelaksanaan program pendidikan. Evaluasi program pendidikan dapat dilakukan secara mikro yaitu adalah evaluasi yang difokuskan pada ….
a. pelaksanaan program pendidikan dan latihan guru
b. kualitas lingkungan sekolah
c. kuantitas guru yang berprestasi
d. kegiatan pembelajaran di kelas
e. kuantitas siswa yang berprestasi

10. Hasil belajar peserta didik juga dapat dikomunikasikan dalam bentuk kualitatif. Proses memberi makna kualitatif pada hasil belajar tersebut dinamakan….
a. Penilaian
b. perangkingan
c. pendokumentasian
d. penomoran
e. penskalaan

11. Hasil belajar peserta didik selalu dapat dinyatakan dalam bentuk angka. Proses pengkuantifikasian. Hasil belajar tersebut dinamakan….
a. penilaian
b. penskalaan
c. wawancara
d. pengukuran
e. testing

12. Jika butir soal memiliki tingkat kesukaran 001 berarti …
a. Butir soal terlalu sulit
b. Butir soal cukup sulit
c. Jawaban semua peserta tes salah
d. Butir soal cukup mudah
e. Butir soal terlalu mudah

13. Kemantapan, ketepatan dan homogenitas merupakan tiga aspek yang terkait dengan alat ukur. Hal tersebut merupakan makna dari …..
a. Heteroginitas
b. Kualitas
c. Reliabilitas
d. Kompleksitas
e. Validitas

14. Kualitas soal tes pilihan ganda secara teoritis pada aspek konstruksi antara lain …
a. Pokok soal mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda
b. Pokok soal harus dirumuskan secara jelas
c. Pokok soal memberi petunjuk ke arah jawaban benar
d. Soal harus sesuai dengan potensi siswa
e. Panjang rumusan pilihan jawaban relatif sama

15. Parameter kualitatif berkaitan dengan analisis butir soal berdasarkan atas …
a. Kompleksitas soal
b. Tingkat keterbacaan (bahasa) soal
c. Daya beda soal
d. Kompetensi siswa
e. Pertimbangan ahli (expert judgement)

16. Penggunaan tes bentuk obyektip untuk mengukur hasil belajar juga lebih menguntungkan dari pada tes bentuk uraian. Namun demikian tes obyektip juga memiliki beberapa kelemahan salah satunya adalah….
a. memiliki obyektivitas penilaian yang baik
b. kurang dapat mengukur kemampuan penalaran
c. tingkat validitas dan reliabilitas relatif rendah
d. jawaban pertanyaan mudah ditebak
e. koreksi cukup lama karena jumah soal yang relatif banyak

17. Penilaian hasil belajar dapat dilakukan berdasarkan acuan norma dan acuan patokan. Penilaian acuan norma memiliki asumsi bahwa…..
a. kemampuan peserta didik sama untuk periode waktu yang berbeda
b. analisis data hasil belajar hanya didasarkan pada nilai teritinggi.
c. kemampuan peserta didik beda untuk periode waktu yang sama
d. kemampuan peserta didik sama untuk periode waktu yang sama.
e. penentuan kelulusan didasarkan atas KKM.

18. Penilaian hasil belajar juga dapat dilakukan berdasarkan atas acuan patokan. Analisis penilaian pada acuan patokan bertujuan….
a. mendapatkan informasi berkaitaan dengan diagnosis kesulitan belajar
b. mendesripsikan data hasil belajar peserta didik berdasarkan disribusi normal.
c. menentukan posisi kemampuan peserta didik dibandingkan dengan teman sekelas.
d. menentukaan sejauh mana peserta didik telah menguasai kompetenesi hasil belajar
e. mengetahui posisi nilai peserta didik dibandingjan dengan niai rerata kelas.

19. Penilaian otentik dapat digunakan untuk mengukur aspek sikap peserta didik. Penilaian kemampuan peserta didik untuk memiliki sistem nilai yang telah mengontrol tingkah lakunya dalam waktu yang cukup lama dan menjadi suatu pilosofi hidup yang mapan adalah penilaian pada aspek…...
a. menilai
b. menghayati
c. menanggapi
d. mengorganisasi
e. mengelola

20. Penilaian otentik dapat juga digunakan untuk menguikur aspek keterampilan peserta didik. Penilaian kemampuan peserta didik untuk melihat kemampuan melaksanakan keterampilan yang meliputi beberapa komponen dengan lancar, tepat, urut dan efisien adalah penilaian pada aspek….
a. gerakan terbiasa (mechanical response)
b. penyesuaian pola gerakan (adjustment)
c. gerakan kompleks (complex response)
d. gerakan terbimbing (guided response)
e. kreativitas (creativity)

21. Penilaian otentik memberikan keuntungan pada proses penilaian hasil belajar. Oleh karena itu penilaian otentik penting dilakukan dalam pembelajaran karena penilaian otentik….
a. tidak harus mengkonstruksikan hasil pembelajaran.
b. memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk mandiri
c. tidak perlu integrase antara kegiatan belajar mengajar dan penilaian.
d. merupakan penilaian secara langsung terhadap kemampuan peserta didik
e. memberikan kesempatan kepada peserta didik mendemonstrasikan kemampuannya yang spesifik.

22. Penilaian otentik memiliki beberpa tujuan. Salah satu tujuan dilakukannya penilaian otentik adalah….
a. Menciptakan situasi belajar yang kondusif
b. Memudahkan tenaga kependidikan mengelola nilai
c. Memudahkan manajemen sekolah
d. Menciptakan keamanan dan kenyamana sekolah
e. Membantu orang tua agar anak belajar lebih baik

23. Proporsi peserta tes yang tidak menjawab pada semua alternatif jawaban adalah
a. Prediktif
b. Omit
c. pengertian dari isitilah ….
d. Valid
e. Konsistensi
f. Solid

24. Salah satu bentuk penilaian otentik adalah portofolio. Untuk melakukan penilaian portofolio secara tepat perlu memperhatikan beberapa hal salah satunya adalah….
a. Banyak variasi atau keberagaman.
b. Focus pada penilaian hasil
c. Kerahasiaan bersama antara pendidik dan peserta didik
d. Keterbukaan antara pendidik dan peserta didik
e. Penilaian weenang penuh pendidik

25. Salah satu model evaluasi yang banyak digunakan dalam pelaksanaan program Pendidikan adalah model Context Input Process Product (CIPP). Untuk mengevaluasi aspek Input pada pelaksanaan program PPG dalam jabatan salah satu aspek yang perlu dievaluasi adalah….
a. jumlah lulusan.
b. penempatan lulusan
c. ketepatan program
d. kualitas lulusan.
e. kualitas fasilitas pembelajaran

26. Salah satu model evaluasi yang juga banyak digunakan dalam pelaksanaan program pendidikan adalah model evaluasi Countenance dikembangkan oleh Stake yaitu model yang difokuskan pada evaluasi bagian awal (antecedent) tahap transaksi (transaction) dan pada hasil (outcomes). Untuk mengevaluasi tahap transaksi (transaction) pada pelaksanaan program PPG dalam jabatan salah satu aspek yang perlu dievaluasi adalah….
a. kinerja dosen / instruktur
b. kualitas lulusan
c. kuantitas lulusan
d. keterserapan dana
e. kinerja kepala sekolah .

27. Sesuai dengan kaidah yang benar dalam penulisan soal tes, penulisan butir soal dilakukan setelah langkah ...
a. Uji coba/analisis
b. Penyusunan kisi-kisi tes
c. Perumusan tujuan tes
d. Penentuan bentuk pelaksanaan tes
e. Penelaahan butir soal

28. Soal tes yang mampu memberikan konsistensi hasil pengukurannya adalah soal tes yang memenuhi aspek ………
a. Kompleksitas
b. Validitas
c. Homoginitas
d. Reliabilitas
e. Objektivitas

29. Telaah soal yang difokuskan pada aspek materi, konstruksi, dan bahasa adalah analisis kualitas perangkat soal tes hasil belajar secara …
a. Diagnostis
b. Teoritis
c. Praktis
d. Kritis
e. Metodologis

30. Tes uraian memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan tes bentuk obyektip. Berikut ini salah satu kelebihan tes uraian dibanding tes obyektip yakni….
a. informasi hail tes bisa cepat karena soal yang dikoreksi sedikit
b. koreksi cepat karena jumlah soal relatif sedikit
c. tingkat validitas dan reliabilitas relatif tinggi.
d. materi yang diujikan luas
e. dapat mengukur kemampuan penalaran peserta didik